Pengertian Fungsi Produksi Dan Teori Produksi

Posted on

Setelah dibahas tentang faktor-faktor produksi dalam artikel sebelumnya, maka pada kesempatan ini situs ekonomi kontekstual akan membahas tentang Pengertian Fungsi Produksi dan teori produksi secara lengkap.

Pengertian Fungsi Produksi

Pengertian Fungsi Produksi

Tahukah anda, apa pengertian fungsi produksi?

Sebelum membahas lebih jauh tentang fungsi dan teori produksi, maka perlu diketahui bahwa fungsi produksi mempunyai pengertian yang sama dengan persamaan produksi.

Jadi, Fungsi Produksi = Persamaan Produksi.

Pengertian Fungsi produksi yaitu hubungan antara jumlah produk yang dihasilkan atau output dari proses produksi dengan faktor-faktor produksi yang digunakan atau input dalam proses atau kegiatan produksi.

Dalam proses atau kegiatan produksi barang atau jasa diperlukan adanya faktor-faktor produksi.

Apa saja faktor produksi yang diperlukan?

Secara lengkap faktor produksi yang diperlukan mencakup 2 faktor faktor produksi asli dan 2 faktor produksi turunan.

Faktor produksi asli meliputi Alam dan tenaga kerja sedangkan faktor produksi turunan meliputi modal dan kewirausahaan atau skill.

Alam dan tenaga kerja disebut faktor produksi asli hal ini karena dengan kedua faktor tersebut sebenarnya proses produksi sudah dapat dilakukan, misalnya Nelayan menangkap ikan di lautan atau petani menanam bawang merah di sawah.

Meskipun dengan faktor produksi alam dan tenaga kerja sudah dapat melakukan proses produksi, namun hasil produksi dapat mencapai hasil yang optimal apabila didukung faktor produksi turunan yaitu modal dan skill.

Dengan demikian ada hubungan yang erat antara hasil produksi (out put) dengan faktor produksi (in put).

Hubungan tersebut digambarkan dalam bentuk fungsi produksi atau persamaan produksi, yang secara matematis dapat dirumuskan sebagai berikut :

TP = f (L,R,T,C)

    Keterangan :

    TP = Total Produksi

    f (function) = simbol persamaan fungsi

    C (capital) = kapital atau modal

    L (labour) = tenaga kerja

    R (resources)   = sumber daya alam

    T (technology) = teknologi dan kewirausahaan

Dari fungsi itu dapat diketahui, bila kita ingin menambah output maka kita juga harus menambah  input.

Dengan kata lain, jumlah  output  yang dihasilkan dari suatu proses produksi sangat tergantung pada kombinasi dan jumlah input yang dimasukkan dalam proses produksi.

Namun tidak selamanya pertambahan input akan meningkatkan out put, hal ini karena dalam proses produksi berlaku salah satu teori produksi yang dikenal dalam ekonomi yaitu “Hukum Tambahan Hasil yang Semakin Berkurang” (Law of Deminishing Return) yang dikemukakan oleh David Ricardo dalam bukunya “Principles of Political Economic and Taxation”.

Hukum Tambahan Hasil yang Semakin Berkurang (Law of Deminishing Return) berbunyi:

Apabila satu macam faktor produksi (input) ditambahkan terus-menerus Penggunaannya, sedangkan faktor-faktor produksi lain tetap, maka tambahan output yang dihasilkan akibat tambahan tiap satuan faktor produksi tadi mula-mula meningkat, namun kemudian akan menurun.

Yang dimaksud dengan input tetap adalah faktor-faktor produksi yang jumlahnya tetap dan tidak bergantungkan pada besar kecilnya jumlah produksi, contoh; tanah dan gedung.

Sedangkan  input variabel adalah faktor-faktor produksi yang jumlahnya berubah-ubah bergantung pada besar kecilnya jumlah produksi.

Menurut Hukum Tambahan Hasil yang Semakin Berkurang, penambahan input variabel secara terus-menerus yang dikombinasikan dengan input tetap, mula-mula akan meningkatkan produk total sekaligus meningkatkan produk marginal (tambahan-hasil).

Akan tetapi, mulai waktu tertentu ternyata produk marginal akan semakin menurun, walaupun produk totalnya masih terus bertambah. Agar lebih jelas, mari kita perhatikan tabel berikut ini.

Tabel teori produksi

Suatu perusahaan penghasil sepatu memiliki jumlah bangunan dan mesin yang tetap (keduanya sebagai  input tetap).

Kemudian, dalam proses produksi, perusahaan menambah jumlah tenaga kerja secara terus-menerus seperti tampak dalam tabel.

Tenaga kerja di sini berfungsi sebagai input variabel.

Akibat penambahan terus-menerus tersebut, terlihat bahwa produk total semakin meningkat (dari 10 s.d. 110) dan produk marginal juga semakin meningkat (dari 10 s.d. 40).

Saat tenaga kerja ditambah menjadi 4 orang, produk total tetap meningkat, tetapi produk marginal turun menjadi 20.

Demikian seterusnya, produk marginal terus menurun. Bila digambarkan dalam bentuk grafik akan terlihat sebagai berikut.

kurva teori produksi

Dari grafik terlihat bahwa pada saat jumlah tenaga kerja ditambah menjadi tiga  orang, produk marginal (tambahan hasil) mencapai tingkat optimum, yaitu sebesar 40.

Mulai titik itu produk marginal semakin menurun hingga mencapai 1.

Hukum Tambahan Hasil yang Semakin Berkurang bisa terjadi di bidang industri maupun bidang agraris, tetapi lebih cepat berlaku dibidang agraris.

Karena jumlah manusia terus bertambah, sedangkan jumlah lahan pertanian tidak bertambah, sehingga mulai titik tertentu, produk marginal pertanian akan semakin menurun walaupun jumlah tenaga kerja (petani) terus bertambah.

KESIMPULAN:

Pengertian Fungsi produksi adalah hubungan antara hasil produksi atau out put dengan faktor-faktor produksi (input) yang dilibatkan dalam proses produksi.

Dalam proses produksi berlaku hukum the low of deminishing return, sehingga dalam proses produksi harus mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh dalam memutuskan pertambahan faktor produksi karena tidak selamanya pertambahan faktor produksi akan meningkatkan hasil produksi.

Gravatar Image
Saya Adalah Seorang Pendidik yang Fokus pada Ilmu Ekonomi. Melalui Situs ini Saya Publikasikan Materi Ekonomi yang bisa diakses secara Gratis. Profil Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *