Bunyi Hukum Permintaan dan Contoh Penerapan dalam Kehidupan Manusia

Posted on

Selamat Datang dalam website edukatif Ekonomi Kontekstual, Dalam artikel ini akan dibahas tuntas tentang Bunyi Hukum Permintaan.

Bunyi Hukum Permintaan

Pada pembahasan sebelumnya tentang faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan, telah dijelaskan bahwasanya jumlah permintaan terhadap barang atau jasa bersifat fluktuatif.

Kadang Permintaan (Demand) mengalami peningkatan kadang juga mengalami penurunan.

Kondisi yang demikian disebabkan oleh faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan.

Dari sekian banyak faktor yang bisa memengaruhi naik turunnya permintaan, hukum permintaan hanya menjelaskan hubungan antara harga dengan jumlah barang dan jasa yang diminta.

Sedangkan faktor lain selain harga dianggap tetap atau tidak berubah ceteris paribus.

Hal ini berarti hukum permintaan hanya berlaku jika faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan selain Harga barang itu sendiri dianggap tetap atau tidak berubah.

Bunyi Hukum Permintaan (The law of demand)

Bunyi Hukum permintaan secara lengkap adalah sebagai berikut :

Apabila harga suatu barang atau jasa naik maka jumlah barang atau jasa yang diminta akan turun dan sebaliknya apabila harga suatu barang atau jasa turun maka jumlah barang atau jasa yang diminta akan naik, dengan syarat dalam kondisi ceteris paribus.

Ceteris paribus adalah kondisi dimana faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan selain harga barang atau jasa dianggap tidak berubah atau konstan (tetap).

Bila dicermati maka bunyi hukum permintaan di atas terdapat hubungan yang negatif antara harga dan jumlah barang atau jasa yang diminta.

Atau harga berbanding terbalik dengan jumlah barang atau jasa yang diminta.

Artinya, kenaikan harga akan mengakibatkan jumlah barang dan jasa yang diminta menurun dan sebaliknya penurunan harga akan mengakibatkan meningkatnya jumlah barang atau jasa yang diminta.

Contoh Penerapan Hukum Permintaan

Contoh penerapan hukum permintaan dalam kehidupan sehari-hari misalnya.

Ketika harga satu mangkuk bakso dikantin sekolah Rp 5000 jumlah permintaan bakso dikantin sekolah sebanyak 100 mangkuk per hari.

Namun ketika harga bakso naik menjadi Rp 8000, jumlah permintaan bakso menurun yaitu menjadi 40 mangkuk perhari.

Kondisi ini terjadi karena dengan harga bakso yang naik sementara uang saku siswa tetap mengakibatkan daya beli siswa menjadi berkurang terhadap bakso, sehingga jumlah permintaan bakso juga berkurang.

Dengan adanya syarat ceteris paribus dalam hukum permintaan, maka hal ini mempunyai arti bahwa hukum permintaan hanya berlaku jika faktor lain yang bisa mempengaruhi naik turunnya permintaan tidak berubah.

Apabila faktor-faktor lain berubah maka hukum permintaan tidak berlaku lagi.

Untuk memperjelas tidak berlakunya hukum permintaan karena tidak dalam kondisi ceteris paribus, silahkan pahami contoh berikut ini:

Ketika boneka anggry bird sedang trend (disukai dikalangan remaja) hampir seluruh remaja di indonesia berbondong-bondong membeli boneka angry bird.

Mengetahui hal tersebut maka para penjual boneka angry bird menaikan harga boneka angri bird.

Kenaikan harga yang ditetapkan para penjual ternyata tidak menyurutkan para konsumen untuk membeli boneka angry bird, justru permintaan terhadap boneka angry bird semakin meningkat seiring dengan meningkatnya selera para remaja pada boneka angry bird.

Mengapa Ketika Harga boneka angry bird dinaikan jumlah permintaa tidak turun?

Mengapa Hukum Permintaan Tidak Berlaku?

Bukanya hukum permintaan berbunyi jika harga meningkat maka jumlah permintaan menurun?

Ya benar, dalam contoh di atas hukum permintaan tidak berlaku.

Hal itu terjadi karena kondisi tersebut tidak dalam kondisi ceteris paribus, karena ada faktor lain yang mempengaruhi permintaan yaitu selera remaja terhadap boneka angry bird.

Dalam contoh di atas selera remaja terhadap boneka angry bird tinggi (Meningkat), sehingga meskipun harga mengalami kenaikan tetapi permintaan terhadap boneka angry bird tidak turun, melainkan semakin meningkat.

Hukum permintaan juga tidak berlaku terhadap barang giffen, barang spekulasi, dan barang prestise.

Barang giffen merupakan barang yang mepunyai kualitas atau mutu rendah.

Barang spekulasi merupakan barang yang harganya masih dalam perkiraan.

Apabila konsumen berharap bahwa harga dimasa mendatang akan mengalami kenaikan maka kenaikan harga sekarang justru diikuti dengan kenaikan permintaan.

Barang prestise adalah barang yang memiliki sifat prestise, misalnya lukisan karya pelukis terkenal dan sebagainya.

Hukum permintaan tidak berlaku pada barang prestise hal ini karena jika harga barang prestise meningkat maka permintaannya juga meningkat.

Demikianlah pembahasan tentang Analisa Bunyi hukum permintaan dengan benar, semoga artikel ini dapat meningkatkan pemahaman saudara tentang Bunyi hukum permintaan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah memahami hukum permintaan dengan baik maka disarakan kepada saudara untuk memahami artikel cara menentukan fungsi permintaan dengan mudah.

Gravatar Image
Saya Adalah Seorang Pendidik yang Fokus pada Ilmu Ekonomi. Melalui Situs ini Saya Publikasikan Materi Ekonomi yang bisa diakses secara Gratis. Profil Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *