PERSEPSI, CITRA SERTA STRATEGI KONSUMEN

persepsi, citra dan strategi konsumen
Definisi persepsi adalah  proses yang dilakukan oleh individu dalam memilih, mengatur serta menafsirkan sebuah stimuli dalam gambar yang memiliki arti serta masuk akal mengenai dunia.  Persepsi diimplikasikan ke dalam strategi bagi para pemasar. Karena konsumen akan mengambil keputusan berdasarkan apa yang telah mereka rasakan, daripada berdasar pada realitas yang obyektif.  Kepekaan konsumen dapat merujuk pada sensasi.  Sensasi merupakan respon langsung dari pancaindera mengenai stimuli (masukan yang diterima oleh panca indera) seperti iklan, kemasan dan merk.

Para pemasar atau produsen berusaha untuk menetapkan research dan develpment yang relevan pada produknya demi dua alasan.  Yang pertama adalah agar perubahan yang bersifat negatif tidak mudah diketahui publik.  Yang kedua, agar perbaikan produk jelas bagi konsumen tanpa ada pemborosan.  Stimuli biasanya dirasakan oleh konsumen diatas tingkat kesadaran konsumen itu sendiri.  Tetapi, stimuli yang terlalu lemah akan cepat disadari oleh satu atau lebih penerima.  Hal ini yang disebut persepsi subliminal.  Riset persepsi subliminal berdasar pada dua pendekatan yaitu pengaruh tambahan terhadap pengulangan stimuli yang lemah secara terus menerus, timbulnya stimuli seksual yang tidak disadari dari stimuli seksual subliminal.

Tiga prinsip dasar yang mendasari pengelompokan persepsi adalah figur dan dasar, pengelompokan serta penyelesaian.  Akan tetapi, ada beberapa pengaruh yang dapat menyimpangkan penafsiran obyektif seperti kesan pertama, penampilan fisik, stereotip, petunjuk yang tidak relevan, hingga pengambilan keputusan yang terlalu cepat.


Para konsumen sering mengandalkan harga sebagai suatu indikator dari kualitas produk.  Akan tetapi, mengukur kesenjangan harga dengan harapan pelanggan dapat diukur melalui skala servqual yang berdasarkan pada lima dimensi yaitu nyata, reliabilitas, daya tangkap, jaminan serta empati.  Hal tersebut juga berpengaruh pada pencitraan.  Citra toko ritel atau toko eceran yang menawarkan diskon kecil sejumlah barang dianggap secara keseluruhan menawarkan harga yang lebih rendah dari pada toko yang memberikan diskon besar dan produk yang lebih sedikit.

Ada dua tipe resiko yang dialami konsumen ketika mengambil keputuan sebuah produk yaitu resiko fungsional, fisik, keuangan, sosial, psikologis, dan waktu.  Sedangkan untuk mengurangi resiko, konsumen diharapkan untuk menggunakan strategi dengan cara mencari informasi, setia pada merk, memilih berdasar citra merk, mengandalkan citra toko, membeli model mahal hingga memberi jaminan.

KesimpulanPersepsi, citra, serta strategi konsumen mempengaruhi pengambilan keputusan seorang konsumen untuk menggunakan atau membeli sebuah produk.

0 komentar:

Post a Comment

Komentar saudara penulis harapkan sebagai sarana perbaikan artikel blog ini untuk lebih berkembang dan lebih bermanfaat untuk kehidupan