SOAL LATIHAN ANALISIS DAN PERHITUNGAN HUKUM GOSSEN 1

Dalam pembahasan sebelumnya  telah dipaparkan tentang analisis bunyi hukum gossen 1, untuk memperdalam pemahaman tentang hukum gossen 1 maka dalam pembahasan ini akan dipaparkan tentang  penerapan tentang hukum gossen 1 dalam kehidupan manusia sehari-hari, yang dikemas dalam bentuk soal dan pembahasannya, sehingga penulis memberi artikel ini judul Soal latihan analisis dan perhitungan hukum gossen 1.



Hukum gossen 1 sebagaimana telah dibahas dalam artikel sebelumnya, pada  intinya berbunyi bahwa Jika  manusia melakukan pemenuhan suatu kebutuhan tertentu secara  terus menerus maka tingkat kenikmatannya semakin lama semakin menurun hingga terjadi kebosanan atau titik jenuh (tingkat kenikmatan nol).  Berdasarkan bunyi hukum gossen 1 maka dapat disimpulkan bahwa jika manusia melakukan konsumsi suatu barang atau jasa secara terus-menerus maka tingkat kenikmatan dari barang atau jasa tersebut akan mengalami penurunan, untuk lebih mudahnya pahami baik-baik ilustrasi berikut ini :

Pada hari minggu pagi ilham  melakukan aktivitas lari pagi, ilham  lari pagi menelusuri daerah diperkampungannya mulai pukul 06.00 wib sampai dengan pukul 08.000 wib. Pada saat akan mulai lari pagi ilham belum makan pagi (sarapan) sehingga setelah selesai lari pagi terasa sangat lapar. Setelah sampai dirumah ilham langsung pergi ke dapur segera mengambil satu mangkuk bubur ayam yang telah dihidangkan ibunya dimeja makan. Karena rasa lapar yang sangat besar maka ilham memutuskan untuk mengambil satu mangkuk bubur ayam kembali, setelah habis mangkuk yang kedua ternyata rasa lapar masih dirasakan ilham hingga ahirnya ilham menghabiskan 5 mangkuk bubur ayam. Ketika makan bubur ayam mangkuk yang pertama tingkat kepuasan total yang dirasakan ilham sebesar 30 util, mangkuk kedua naik menjadi 45 util, mangkuk ketiga naik menjadi 55 util, namun pada mangkuk yang ke empat tingkat kenikmatan mulai berkurang yaitu sebesar 50 util, mangkuk ke lima 40 util.

Berdasarkan ilustrasi tersebut, buatlah perhitungan Marginal utility (MU) dan gambarlah kurva hukum gossen 1 yang sesuai dengan ilustrasi tersebut!


PEMBAHASAN:
Untuk mempermudah dalam mengetahui nilai Marginal utility (MU)  maka langkah pertama adalah dengan membuat tabel berdasarkan ilustrasi di atas.
Tabel yang dpat dibuat adalah sebagai berikut:

Tabel contoh perhitungan hukum gossen 1

Nilai marginall utility dapat dihitung dengan rumus MU = TU (n) – TU (n-1) secara teknis perhitungannya adalah sebagai berikut:
MU bubur ayam mangkuk pertama = 30 – 0 yaitu sebesar 30
MU bubur ayam mangkuk kedua = 45-30 yaitu sebesar 15
MU bubur ayam mangkuk ketiga = 55-45 yaitu sebesar 10
MU bubur ayam mangkuk keempat = 50-55 yaitu sebesar -5
MU bubur ayam mangkuk ke lima = 40-50 yaitu sebesar -10

Berdasarkan Nilai MU yang telah dihitung maka terlihat nilai MU paling tinggi ada pada saat ilham makan bubur ayam mangkuk yang pertama dan nilai MU terkecil ada ketika ilham makan bubur ayam pada mangkuk kelima, Hal ini berarti saat makan bubur ayam pada mangkuk yang pertama tingkat kepuasan ilham sangat tinggi karena pada saat makan bubur ayam mangkuk pertama ilham sangat lapar sedangkat pada saat makan bubur ayam mangkuk kelima ilham sudah kenyang sehingga bubur ayam yang dimakan tingkat kenikmatannya kecil. Setelah diketahui Nilai MU maka baik kurva TU maupun Kurva MU dapat digambarkan sebagai berikut:


Dalam Kurva TU terlihat bahwa pada awalnya kurva menunjukan adanya peningkatan kepuasan total hingga pada titik puncaknya yaitu 55 util, setelah mencapai titik puncak maka kurva TU bergerak menurun yang berarti terjadi penurunan tingkat kepuasan atau kenikmatan makan bubur ayam. Sedangkan kurva MU mempunyai nilai tertinggi pada saat makan bubur ayam mangkuk pertama setelah itu terjadi penurunan tingkat kepuasan akibat penambahan konsumsi bubur ayam, jadi semakin bubur ayamnya ditambah maka tingkat kepuasan yang didapat semakin berkurang.

Demikianlah pemaparan terkait contoh perhitungan dan analisis kurva hukum gossen 1 yang biasa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari manusia sebagai konsumen, semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi saudara. Salam sukses bagi saudara, silahkan baca artikel lainya dalam blog ekonomi kontekstual

0 komentar:

Post a Comment

Komentar saudara penulis harapkan sebagai sarana perbaikan artikel blog ini untuk lebih berkembang dan lebih bermanfaat untuk kehidupan