PENERAPAN HUKUM GOSSEN 2 DALAM KEHIDUPAN MANUSIA

Setelah memahami hukum gossen 1 dalam artikel analisis hukum gossen 1 dan memahami perhitungan dan kurva hukum gossen 1, maka dalam kesempatan ini akan dibahas penerapan hukum gossen 2 dalam kehidupan manusia. Hukum gossen yang kedua merupakan penyempurnaan dari hukum gossen 1, mengapa dikatakan penyempurnaan? Hal ini karena pada hukum gossen 1 dikatakan bahwa manusia akan berusaha memenuhi satu jenis kebutuhannya secara terus-menerus, namun pada kenyataannya manusia mempunyai beraneka ragam kebutuhan sehingga setiap manusia pasti akan berusahan untuk memenuhi setiap barang atau jasa yang menjadi kebutuhannya bukan hanya satu jenis kebutuhan melainkan bermacam-macam jenis bisa dua maupun lebih dari dua kebutuhan.



Meskipun Hukum gossen 2 dapat dikatakan hukum gossen yang sudah sempurna, namun bukan berarti hukum gossen 1 tidak berlaku, hukum gossen 1 tetap berlaku. Kapan berlakunya? Hukum gossen 1 berlaku ketika manusia berusaha memenuhi kebutuhannya pada satu jenis kebutuhan saja. Misalnya ketika saudara sangat menginginkan sate ayam, hanya menginginkan sate ayam tidak menginginkan bakso atau mi ayam, maka saudara akan membeli sate ayam untuk memenuhi kebutuhan saudara, nah pada saat makan lima tusuk sate ayam pertama kalinya tentunya saudara akan merasakan kenikmatan yang besar, namun apabila saudara makan seratus tusuk bahkan lebih maka rasa nikmatnya sudah berkurang bahkan menjadi nol, itulah salah satu contoh berlakunya hukum gossen 1.

Hukum Gossen 2 berbunyi  bahwa manusia akan berusaha memenuhi bermacam-macam kebutuhannya Sedapat-dapatnya sampai pada tingkat intensitas yang sama. Hukum gossen 2 disebut juga hukum Guna Horizontal karena membahas pemuasan terhadap bermacam-macam  barang, sedangkan hukum gossen 1 disebut hukum guna vertikal karena hanya membehas pemuasan satu macam barang.  Maksud hukum gossen 2 kurang lebih bahwa pada dasarnya manusia mempunyai kebutuhan yang bermacam-macam sehingga manusia akan berusaha memenuhi kebutuhan yang bermacam-macam tersebut dengan barang-barang atau jasa yang bermacam-macam juga sesuai dengan kebutuhannya sampai pada intensitas yang sama atau seimbang. Intensitas yang sama mengandung arti bahwa apabila salah satu kebutuhan sudah terpenuhi atau terpuaskan maka manusia akan berusaha untuk memenuhi kebutuhan lainnya hingga semua kebutuhannya terpenuhi dengan tingkat kepuasan yang seimbang. Sebagai contoh hukum gossen 2 yang terjadi dalam kehidupan manusia salah satunya sebagai berikut:

Misalkan Firman ingin membeli sepatu dan tas,  karena firman ingin memenuhi kedua barang tersebut dengan intensitas yang sama maka kombinasi yang tepat adalah sebagai berikut:

Tabel penerapan hukum gossen 2 dalam kehidupan manusia

Nilai Marginal dapat dihitung dengan rumus MU = delta TU atau TU (n)- TU (n-1), jadi perhitungan nilai MU berdasarka tabel adalah sebagai berikut:




Perhitungan MU pada Kombinasi 1:
Tas = 50 -0 hasilnya 50 atau karena sama dengan TU maka dapat diabaikan
Sepatu = 13-0 hasinya 13
Perhitungan MU pada Kombinasi 2
Tas = 40-50 hasilnya 10
Sepatu = 18-13 hasinya 5
Perhitungan MU pada Kombinasi 3
Tas = 31-40 hasinya 9
Sepatu =  24-18 hasilnya 6
Perhitungan MU pada Kombinasi 4
Tas = 24 -31 hasilnya 7
Sepatu = 31-24 hasilnya 7
Perhitungan MU pada Kombinasi 5
Tas 18-24 = 6
Sepatu = 40 – 31 hasilnya 9
Perhitungan MU pada Kombinasi 6
Tas = 13- 18 hasinya 6=5
Sepatu = 50-40 hasinya 10
(Nilai MU dalam hukum gossen 2 bernilai mutlak artinya tidak ada nilai negatif )

Berdasarkan  data pada tabel dan kurva di atas, terlihat bahwa semua kebutuhan dapat terpenuhi pada titik mana pun dan tingkat kepuasan yang didapat juga sama. Apabila digambarkan dalam kurva, maka kurva yang terbentuk adalah sebagai berikut:

Kurva penerapan hukum gossen 2

Demikianlah pembahasan Penerapan Hukum Gossen 2 dalam kehidupan manusia, semoga artikel yang disajikan dalam blog ekonomi kontekstual pada kesempatan ini dapat membuat saudara memahami tentang hukum gossen 2. Apabila ada pertanyaan atau saran silahkan tuliskan dalam kotak komentar dibawah ini.

0 komentar:

Post a Comment

Komentar saudara penulis harapkan sebagai sarana perbaikan artikel blog ini untuk lebih berkembang dan lebih bermanfaat untuk kehidupan