MENDESKRIPSIKAN NILAI PAKAI DAN NILAI TUKAR BENDA

Setiap manusia membutuhkan barang atau jasa yang  untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, hal ini karena barang dan jasa memiliki “nilai guna” atau ”manfaat” bagi manusia.



Nilai guna atau manfaat suatu barang maupun jasa dalam pengertian ekonomi yaitu kemampuan atau daya barang maupun jasa dalam memenuhi kebutuhan manusia. Seseorang memberi nilai terhadap sepeda motor, ha ini karena sepeda motor memiliki manfaat yang dapat diambil, diantaranya dengan sepeda motor manusia dapat lebih cepat mencapai lokasi tujuan yang hendak dicapai. Demikian juga untuk barang-barang atau jasa yang lain, seperti sandang, pangan, papan, obat-obatan, dan lain sebagainya. Semuanya itu memiliki daya guna atau nilai untuk memuaskan kebutuhan manusia. Nilai suatu barang dapat dibedakan menjadi dua, yaitu nilai pakai (value in use) dan nilai tukar (value in exchange)

Nilai pakai (value in use)

Nilai tukar dan nilai pakai barang menurut ekonomi
Nilai pakai adalah nilai yang diberikan kepada suatu benda (baik barang maupun jasa) karena benda tersebut dapat dipakai untuk memenuhi kebutuhan manusia. Misalnya buku pelajaran ekonomi, tas sekolah, buku tulis, beras, tektil,  perumahan, dan kendaraan, yang semua mempunyai nilai pakai. Tinggi atau rendahnya nilai pakai barang ditentukan oleh intensitas kebutuhan, tempat dan waktu. Contohnya baju dingin akan tinggi nilainya jika dibutuhkan di daerah pegunungan yang berhawa dingin, apalagi di waktu musim salju.

Nilai pakai terdiri dari dua macam, yaitu:
a)Nilai pakai subjektif
Nilai pakai subjektif, yaitu arti yang diberikan kepada benda karena benda tersebut  dapat dipakai untuk memenuhi kebutuhannya secara khusus.

Contoh penerapan dalam kehidupan sehari hari:
  • Gitar mempunyai nilai pakai yang lebih besar bagi Gitaris daripada bagi Nelayan
  • Cangkul mempunyai nilai pakai yang lebih besar bagi petani dari pada bagi nelayan.

b)Nilai pakai objektif
Nilai pakai objektif, yaitu kemampuan yang dimiliki benda karena benda tersebut dapat memenuhi kebutuhan manusia secara umum. (Catatan:nilai pakai objektif = kegunaan/utilitas).

Contoh penerapan dalam kehidupan sehari hari:
  • Jas Hujan dapat dipakai saat terjadi hujan lebat untuk melindungi diri kita dari air hujan
  • Meja Belajar dapat dipakai untuk tempat belajar.

Nilai Tukar (value in exchange)



Nilai tukar ialah kemampuan suatu barang untuk dapat ditukarkan dengan barang lain di pasar. Misalnya : Buku pelajaran ekonomi, tas sekolah, buku tulis, beras, tekstil, tembakau, cengkeh, obat-obatan memiliki nilai tukar. Tinggi atau rendahnya nilai tukar suatu barang ditentukan oleh nilai pakai barang tersebut. Contoh beras memiliki nilai

pakai yang lebih besar daripada pasir, sehingga nilai tukar beras lebih tinggi daripada nilai tukar pasir. Bila suatu barang semakin tinggi nilai pakainya, maka nilai tukarnya juga akan semakin tinggi. Faktor lain yang juga ikut menentukan tinggi atau rendahnya nilai tukar suatu barang adalah faktor persediaan. Makin sedikit persediaan makin tinggi nilai tukarnya. Misalnya : beras, gula pasir, semen, besi baja, dan lain sebagainya. Nilai tukar terdiri dari dua macam, yaitu:

a.Nilai tukar Objektif
Nilai tukar objektif yaitu kemampuan yang dimiliki benda karena benda tersebut dapat ditukar dengan benda yang lain yang berlaku secara umum.

Contoh penerapan dalam kehidupan sehari hari:
  • Uang Rp 10.000 dapat ditukar dengan beras 1 Kg.
  • Hp Nokia dapat di tukar dengan HP Soni ericson yang mempunyai harga relatif sama.

b.Nilai tukar subjektif
Nilai tukar subjektif yaitu arti yang diberikan kepada benda karena benda tersebut dapat ditukar dengan benda yang lain.

Contoh penerapan dalam kehidupan sehari hari:
  • Menurut pemain bulu tangkis raket dapat ditukarkan dengan Rp 400.000,-  Tapi menurut petani, raket hanya dapat ditukar dengan uang Rp20.000
  • Menurut kolektor barang antik, sebuah meja kuno Belanda dapat ditukar dengan uang Rp 10.000.000,-, tapi menurut seorang nelayan meja tersebut hanya dapat ditukar dengan uang Rp100.000,

KESIMPULAN
Suatu benda baik barang maupun jasa mempunyai nilai baik itu nilai pakai maupun nilai tukar, hal ini yang menyebabkan manusia memproduksi dan mengkonsumsi barang maupun jasa. Nilai pakai terdiri dari dua jenis yaitu nilai pakai objektif dan nilai pakai subjektif, nilai tukar juga mempunyai dua jenis yaitu nilai tukar objektif dan nilai tukar subjektif. Demikianlah pembahasan tentang deskripsi nilai pakai dan nilai tukar benda, dalam blog ekonomi kontekstual semoga bermanfaat bagi saudara.

0 komentar:

Post a Comment

Komentar saudara penulis harapkan sebagai sarana perbaikan artikel blog ini untuk lebih berkembang dan lebih bermanfaat untuk kehidupan